SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai merancang arah pembangunan kepemudaan dan olahraga untuk tahun anggaran 2027 melalui Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah yang digelar oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).
Forum yang berlangsung secara luring di Ruang Rapat Dispora Jatim dan daring tersebut menjadi wadah penyelarasan program lintas sektor guna memperkuat pembangunan pemuda dan olahraga di daerah.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Jawa Timur, Kukuh Tri Sandi, S.Pi., MT, M.Sc., menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan Jawa Timur tahun 2027 akan selaras dengan agenda nasional.
Menurutnya, program daerah akan diarahkan untuk mendukung delapan Asta Cita pemerintah pusat serta sembilan Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur.
“Kebijakan Jatim tahun 2027 akan sangat linier dengan 8 Asta Cita pemerintah pusat serta 9 Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur, khususnya melalui program Jatim Kerja dan Jatim Harmoni,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Kukuh menjelaskan terdapat tiga indikator utama yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan di bidang kepemudaan dan olahraga.
Indikator tersebut meliputi Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), Indeks Pembangunan Olahraga (IPO), serta tingkat partisipasi pemuda dalam ekonomi mandiri yang diharapkan mampu melahirkan generasi profesional baru atau white collar dari kalangan muda.
Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan program Youth Creativepreneur Centre (YC2) yang difokuskan pada pengembangan kewirausahaan pemuda.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kebijakan pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, tim penyusun Rencana Kerja (Renja) Dispora Jatim, Imam Mahdi Santoso, S.Kom., bersama Aditya Wahyu Dwi Kurniawan, S.IP., memaparkan sejumlah capaian kinerja perangkat daerah tersebut.
Salah satunya adalah peningkatan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang terus mengalami tren positif.
Tercatat, nilai SAKIP Dispora Jawa Timur mencapai 83,5 pada tahun 2025 dengan realisasi program yang mencapai 100 persen.
“Prestasi pemuda kita luar biasa. IPP Jawa Timur tahun 2024 mencapai 62,91, berada di atas rata-rata nasional. Begitu juga dengan perolehan medali yang konsisten melampaui target,” jelasnya.
Dalam forum tersebut juga disepakati sejumlah target kinerja yang akan dikejar pada tahun 2027. Target tersebut meliputi Indeks Pembangunan Pemuda sebesar 62,50 dan Indeks Pembangunan Olahraga sebesar 0,427.
Selain itu, rasio wirausaha pemuda ditargetkan mencapai 47,81 persen, perolehan medali sebanyak 558 medali, serta tingkat partisipasi kepramukaan sebesar 15,38 persen.
Forum Perangkat Daerah tersebut juga menghasilkan empat kesepakatan strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.
Pertama, forum menyetujui program prioritas, indikator kinerja, serta kebutuhan pendanaan yang telah diselaraskan dengan usulan lintas sektor.
Kedua, forum mengesahkan Rancangan Rencana Kerja (Renja) Dispora Jawa Timur tahun 2027.
Ketiga, forum menetapkan berita acara beserta seluruh lampirannya sebagai satu kesatuan dokumen yang sah secara administratif.
Keempat, hasil forum akan menjadi bahan utama dalam penyempurnaan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur tahun 2027.
Dengan disepakatinya hasil forum tersebut, Dispora Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan kepemudaan dan olahraga guna mencetak generasi muda yang kreatif serta atlet berprestasi di masa mendatang.




