PASURUAN, Narasisatu.Com – Sejumlah saksi mengungkap dugaan adanya skenario yang dibangun untuk menampilkan Ali Ahmad sebagai korban dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap anggota Buser Rentcar Nasional (BRN) di wilayah Sukorejo. Jumat (03/04/2026).

Salah satu saksi, Parman (nama samaran), menyatakan sepulang dari rumah sakit Ali terlihat dalam kondisi sehat saat berada di rumahnya di Dusun Karangpanas, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, Ali tampak santai, merokok, bahkan tertawa bersama rekan-rekannya. Ia juga menyebut foto Ali yang beredar dalam posisi berbaring diduga diambil untuk memperkuat kesan sebagai korban pengeroyokan.

“Waktu pengambilan foto itu Ali sengaja diminta berbaring supaya terlihat seperti korban pengeroyokan,” ujar Parman.

Baca Juga  Harga Cabai Rawit Turun di Pasar Bangil, Polisi Pastikan Distribusi Mulai Normal

Parman menegaskan narasi sakit yang disampaikan Ali di sejumlah media tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Sebenarnya dia pura-pura sakit supaya terlihat sebagai korban. Memang ada lebam di wajah, tapi tidak separah yang diberitakan,” katanya.

Parman juga mengungkap keterlibatan Arifin pada malam kejadian. Meski sebelumnya membantah, Arifin yang kini berstatus DPO diduga turut melakukan pemukulan di lokasi kejadian.

Menurut Parman, video yang beredar di masyarakat juga tidak utuh. “Versi lengkapnya ada Ali lebih dulu memukul salah satu anggota BRN, baru kemudian yang lain ikut menyerang,” ujarnya.

Sementara itu, tim kuasa hukum BRN melalui Dodik Firmansyah, S.H., membantah tudingan penganiayaan terhadap Ali Ahmad dan menilai peristiwa tersebut merupakan bentrokan dua pihak.

Baca Juga  Video dan Saksi Berbeda Versi, Kuasa Hukum Sebut Penetapan Tersangka Berpotensi Salah Alamat

“Memberikan keterangan bohong atau palsu kepada penyidik merupakan tindakan yang memiliki konsekuensi hukum serius,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Ali saat dikonfirmasi melalui pesan singkat belum memberikan tanggapan. (Mal)