MALANG, Narasisatu.Com – Ancaman keselamatan mengintai warga RT 21 RW 04, Dusun Krajan, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur. Empat tiang listrik di kawasan permukiman tersebut dilaporkan dalam kondisi miring parah, bahkan satu di antaranya sudah berada di titik kritis dan berpotensi roboh sewaktu-waktu.

Ironisnya, kondisi berbahaya itu sudah berlangsung hampir tiga tahun tanpa penanganan serius dari pihak terkait. Warga menilai respons yang ada sejauh ini hanya sebatas pendataan tanpa tindakan nyata di lapangan.

“Dua tahun lalu petugas PLN memang sempat datang. Tapi hanya foto-foto saja. Setelah itu tidak ada kelanjutannya sampai sekarang,” ujar warga, saat ditemui di lokasi, Rabu (08/04/2026).

Situasi ini membuat warga hidup dalam bayang-bayang resiko. Apalagi keberadaan tiang listrik miring di area permukiman padat dinilai bisa sewaktu-waktu memicu insiden yang membahayakan jiwa dan harta benda.

Merasa keselamatan lingkungan mereka terabaikan, warga Dusun Krajan bahkan menyatakan siap turun tangan melakukan perbaikan secara gotong royong. Namun niat tersebut terpaksa tertahan karena keterbatasan peralatan teknis dan resiko tinggi yang melekat pada pekerjaan infrastruktur kelistrikan bertegangan tinggi.

Ia menegaskan, perbaikan tiang listrik bukan pekerjaan yang bisa ditangani secara swadaya tanpa keterlibatan pihak berwenang. Mereka berharap ada langkah cepat dan konkrit dari PLN sebelum terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

“Kalau menunggu terlalu lama seperti ini, kami khawatir justru ada korban dulu baru ditangani,” jelasnya. (wen/red)