PASURUAN, Narasisatu.com – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di depan Balai Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu sore (7/3/2026) tampak lebih ramai dari biasanya. Beberapa perangkat desa terlihat berdiri di tepi jalan sambil membawa kantong-kantong berisi takjil. Sesekali mereka melambaikan tangan kepada pengendara yang melintas di jalur Beji–Pandaan.

Sore itu, Pemerintah Desa Randupitu menggelar kegiatan Pondok Ramadhan yang dirangkai dengan aksi berbagi takjil kepada masyarakat. Kegiatan yang mengusung tema Meningkatkan Keimanan, Mempererat Persaudaraan, Menebar Kebahagiaan tersebut menghadirkan suasana hangat khas bulan suci.

Di tengah keramaian, Kepala Desa Randupitu Mochammad Fuad, atau yang biasa disapa Mas Fuad, tampak ikut turun langsung ke pinggir jalan. Ia menyapa para pengendara sambil menyerahkan paket takjil yang sudah disiapkan panitia.

“Silakan Pak, untuk berbuka nanti,” ucapnya sambil tersenyum kepada salah satu pengendara motor yang melambatkan kendaraannya.

Sebanyak 250 paket takjil disiapkan dalam kegiatan tersebut. Warga yang melintas, mulai dari pengendara motor, sopir, hingga warga sekitar, tampak antusias menerima bingkisan kecil itu. Tak sedikit yang mengucapkan terima kasih sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri dan Nyepi, Satgas Saber Pangan Intensif Pantau 38 Provinsi Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan

Suasana berbagi itu berlangsung singkat namun penuh makna. Dalam waktu yang tidak lama, seluruh paket takjil yang disiapkan panitia pun habis dibagikan.

Setelah kegiatan di jalan selesai, warga perlahan berpindah menuju Balai Desa Randupitu. Di dalam balai desa, kursi-kursi telah disusun rapi. Beberapa warga duduk bersila, sementara yang lain berbincang santai menunggu rangkaian kegiatan dimulai.

Acara kemudian dibuka dengan pembacaan tahlil yang diikuti bersama oleh warga. Suasana menjadi lebih khusyuk ketika tausiah keagamaan disampaikan, mengingatkan kembali makna Ramadhan sebagai bulan untuk memperbanyak ibadah dan mempererat silaturahmi.

Ketika azan Maghrib berkumandang, warga serentak menikmati hidangan berbuka puasa bersama. Gelak tawa kecil dan obrolan ringan terdengar di antara mereka yang duduk berdekatan, menciptakan suasana akrab layaknya keluarga besar.

Namun momen yang paling berkesan terjadi setelahnya. Untuk pertama kalinya, Balai Desa Randupitu digunakan sebagai tempat salat berjamaah. Warga pun berbaris rapi menunaikan salat Maghrib bersama.

Bagi Kepala Desa Randupitu Mochammad Fuad, momen tersebut memiliki makna tersendiri. Ia berharap balai desa tidak hanya dipandang sebagai tempat mengurus administrasi, tetapi juga bisa menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat.

Baca Juga  Terendus! Dugaan Pengoplosan LPG Subsidi di Bangil, Rumah Warga Diduga Jadi Lokasi Penimbunan

“Balai desa ini milik bersama. Selain untuk pelayanan masyarakat, kami ingin tempat ini juga bisa menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan warga,” ujarnya.

Menurut Fuad, kegiatan Pondok Ramadhan tersebut terlaksana berkat gotong royong berbagai pihak. Mulai dari perangkat desa, pelaku UMKM, hingga masyarakat ikut berkontribusi menyediakan takjil maupun hidangan berbuka.

Ia pun mengapresiasi kekompakan warganya yang selalu hadir ketika kegiatan sosial digelar. “Mulai dari pembagian takjil sampai buka bersama, semuanya dilakukan bersama-sama. Kami percaya berbagi tidak harus menunggu kaya. Sedekah sekecil apa pun tetap berarti jika dilakukan dengan ikhlas,” katanya.

Pria berpostur gemuk ini pun berharap, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di masa mendatang. Baginya, Ramadhan bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan dan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.

“Kalau ada persoalan, mari diselesaikan bersama. Karena pada dasarnya masyarakat Randupitu ini satu keluarga besar, meskipun tidak memiliki hubungan darah,” tuturnya. (MaL/Red)