Ia menilai provinsi tersebut memiliki berbagai keunggulan yang mampu menunjang suksesnya agenda organisasi berskala nasional.

“HIPMI daerah pada prinsipnya sepakat mendorong Jawa Timur sebagai tuan rumah Munas HIPMI tahun ini,” ujar Hendi.

Hendi yang juga menjabat Bendahara DPD Partai Golkar Kota Malang menambahkan, kesiapan infrastruktur serta kekuatan ekonomi daerah menjadi faktor penting yang menjadikan Jawa Timur layak menjadi tuan rumah.

Selain itu, konektivitas transportasi di wilayah ini dinilai sangat mendukung mobilitas peserta yang diperkirakan datang dari seluruh provinsi di Indonesia.

Menurutnya, jaringan transportasi udara, darat, hingga laut yang terintegrasi memudahkan akses menuju Jawa Timur dari berbagai wilayah.

“Ketersediaan akses transportasi yang lengkap tentu menjadi nilai tambah untuk memastikan kelancaran kegiatan berskala nasional seperti Munas HIPMI,” katanya.

Baca Juga  106 Pengunjung THM Surabaya Dites, Polda Jatim Tegaskan Bebas Narkoba

Tak hanya itu, keberadaan fasilitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) berstandar internasional di Surabaya dan sekitarnya juga dinilai siap menampung ribuan peserta.

Gedung konvensi, hotel berbintang, serta berbagai sarana pendukung lainnya dinilai cukup memadai untuk mendukung pelaksanaan acara.

 

Dalam kesempatan tersebut, HIPMI Kota Malang juga memperkenalkan inovasi baru berupa platform Learning Management System (LMS).

Sistem pembelajaran digital ini dikembangkan bersama Smart ID sebagai sarana edukasi bagi pengusaha pemula maupun pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnisnya secara daring.

Melalui platform tersebut, HIPMI berharap dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dalam diskusi bersama Wakil Wali Kota Malang yang turut hadir, bahkan muncul gagasan agar LMS tersebut dapat dimanfaatkan oleh aparatur sipil negara (ASN) sebagai media pembelajaran kewirausahaan.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri dan Nyepi, Satgas Saber Pangan Intensif Pantau 38 Provinsi Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan

“Melalui LMS ini kami ingin memperluas wawasan kewirausahaan, tidak hanya bagi pelaku usaha tetapi juga membuka kemungkinan bagi ASN untuk belajar memahami dunia bisnis,” pungkas Hendi.